Sinyal BTC Terbaru: Penurunan Masih Berlanjut, Potensi Pulih Mulai Juni 2025

Dari beberapa sinyal BTC terbaru dari para pakar dan analisis, harga Bitcoin diperkirakan akan terus terkoreksi dan berpotensi bisa pulih mulai Juni hingga Oktober 2025.

Feb 28, 2025 - 16:16
 0  3
Sinyal BTC Terbaru: Penurunan Masih Berlanjut, Potensi Pulih Mulai Juni 2025

Dari beberapa sinyal BTC terbaru dari para pakar dan analisis, harga Bitcoin diperkirakan akan terus terkoreksi dan berpotensi bisa pulih mulai Juni hingga Oktober 2025.

Sinyal BTC Terbaru dari 30 Indikator: Hold!

Analisis terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tren bullish jangka panjang. Data dari Coinglass mengindikasikan bahwa dari 30 indikator utama yang digunakan untuk menilai puncak pasar, tidak satu pun menunjukkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjual. Semua indikator yang ada menunjukka sinyal hold.

Beberapa indikator penting, seperti Bitcoin Ahr999 Index yang masih berada di level 0,88, serta Pi Cycle Top yang menunjukkan nilai 83.900, mengonfirmasi bahwa harga Bitcoin masih jauh dari titik jenuh. Sementara itu, Puell Multiple tetap di angka 1,08, yang berarti tekanan jual dari penambang masih dalam batas wajar.

Dengan dominasi pasar mencapai 59,55 persen dan pasokan Bitcoin yang dimiliki investor jangka panjang masih cukup tinggi di 14,37 juta BTC, indikasi bahwa investor besar masih bertahan semakin kuat. Indikator makro lainnya, seperti MVRV Ratio dan RHODL Ratio, juga menunjukkan bahwa potensi kenaikan masih terbuka.

Bahkan dengan meningkatnya perhatian institusional, seperti yang tercermin dalam rasio ETF terhadap BTC yang masih di atas 5,42 persen, belum ada tanda-tanda bahwa pasar berada di kondisi puncak. Indikator seperti MicroStrategy’s Average Bitcoin Cost, yang saat ini berada di US$63.657, juga masih jauh dari level historis US$155.655 yang biasanya menunjukkan risiko tinggi bagi investor besar.

Dalam sinyal BTC terbaru saat ini, 30 Indikator di Coinglass menunjukkan sinyal hold.
Dalam sinyal BTC terbaru saat ini, 30 Indikator di Coinglass menunjukkan saran hold.

Masih Bullish Berdasarkan Data Pasokan Uang Global

Hubungan antara Bitcoin dan Global M2 Money Supply semakin menarik perhatian investor. Ini dijabarkan oleh Linda Trading menunjukkan bahwa likuiditas global yang meningkat cenderung mendorong kenaikan aset berisiko, termasuk Bitcoin.

“Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin sering mengikuti pola Global M2 dengan keterlambatan 1 hingga 3 bulan,” ujar Linda Trading.

Jika korelasi ini tetap berlaku, maka kemungkinan besar Bitcoin telah atau sedang membentuk titik terendah lokal. Dengan demikian, peluang kenaikan kembali terbuka, terutama jika dinamika likuiditas tetap mendukung pasar. Data terkini relasi pasokan M2 Money global dan harga Bitcoin bisa dilihat di laman ini.

sinyal BTC terbaru berdasarkan pasokan uang M2 secara global
Sinyal BTC terbaru berdasarkan pasokan uang M2 secara global.

Support Kuat Bisa Berada di US$72 Ribu

Sementara itu menurut 10x Research, jika Bitcoin menembus ke bawah rentang US$90.000–US$110.000, ada kemungkinan harga turun hingga ke kisaran US$72.000–US$74.000. Namun, level ini diperkirakan akan menjadi titik support kuat yang dapat memicu pembalikan harga.

Koreksi Dua Digit Tergolong Normal

Di sisi lain, CEO CryptoQuant menyatakan bahwa koreksi tajam hingga 30 persen dalam siklus bull bukanlah hal yang mengejutkan. Ia mengacu pada penurunan 53 persen yang terjadi pada 2021 sebelum Bitcoin mencapai all-time high (ATH) baru.

“Koreksi adalah bagian normal dari pasar bull. Tren jangka panjang tetap bullish,” ujarnya di X pada Kamis (27/2/2025).

Sinyal Reli Jika Sentuh Harga Ini

Sinyal BTC terbaru menarik datang dari dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa saldo Bitcoin yang dipegang oleh pedagang jangka pendek turun ke level terendah sejak Oktober 2024. Saat itu, BTC sempat diperdagangkan di kisaran US$60.000–US$70.000 sebelum mengalami reli signifikan.

“Kami melihat pola yang serupa. Ini bisa menjadi dasar yang kuat bagi pertumbuhan harga Bitcoin ke depan,” kata analis IntoTheBlock.

Sinyal BTC terbaru dari IntoTheBlock.

Reli dalam Waktu Dekat

Analis Ali Martinez menyoroti bahwa Bitcoin kembali memasuki kondisi oversold untuk pertama kalinya sejak Agustus 2024. Pada saat itu, kondisi serupa memicu lonjakan harga hingga 33 persen.

“Jika pola ini berulang, kita bisa melihat reli signifikan dalam beberapa minggu ke depan,” ungkapnya pada 27 Februari 2025 lalu.

Reli Usai Sentuh US$79.000

Analis popular di TradingView, CobraVanguard menilai bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini dipengaruhi oleh dinamika politik dan berita yang menyesatkan. Ia menyebut bahwa jika Bitcoin bereaksi positif di support level  saat ini, harga bisa naik ke US$95.000 dan membentuk pola V-pattern.

“Namun, kita juga harus waspada. Ada kemungkinan Bitcoin kembali turun ke US$79.000 sebelum melanjutkan tren naik,” ujarnya.

Pasar Kripto Pulih Mulai Juni-Oktober 2025

Belum lama ini, salah satu penambang terbesar di China, @bitfish1, memprediksi dan memberikan sinyal BTC terbaru, bahwa pasar kripto akan mulai pulih antara Juni hingga Oktober 2025. Namun, ia menegaskan bahwa kelanjutan tren bullish masih bergantung pada keputusan terkait Amerika Serikat apakah akan melanjutkan rencana program menjadikan BTC sebagai aset cadangan strategis nasional.

“Jika proposal ini disetujui, kemungkinan besar pasar bull akan berlanjut. Jika tidak, tren bullish bisa tertunda,” katanya.

Secara keseluruhan, meskipun saat ini Bitcoin mengalami koreksi, mayoritas indikator dalam konteks sinyal BTC terbaru menunjukkan bahwa tren jangka panjang masih bullish. Investor disarankan untuk terus memantau support level utama dan perkembangan makroekonomi sebelum mengambil keputusan investasi. [ps]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin Super Admin